CIPG
Komentar, analisis, dan catatan riset dari tim CIPG.
Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 8 Juli 2025. Ekonomi bisa digenjot, tapi tanpa mesin birokrasi kuat, kendaraan bernama Indonesia takkan pernah sampai tujuan. Apakah birokrasi kita mampu membawa bangsa ini maju? Dalam riuh rendah pembangunan mengejar realisasi janji politik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, reformasi birokrasi tampak tertinggal dalam senyap. […]
This article was first published in Kompas on 8 Juli 2025 and has been translated using AI. The economy can be boosted, but without a strong bureaucratic machine, the vehicle named Indonesia will never reach its destination. Is our bureaucracy capable of advancing this nation? In the midst of the hustle and bustle of development […]
This article was first published in Kompas on 25 Mei 2025 and has been translated using AI. As long as there is political will, strong regulations, and maintained public ethics, ethical, open, sovereign, and fair collaboration can be realized. In early May 2025, the Indonesian Minister of Health, Budi Gunadi Sadikin, conveyed three main reasons […]
Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 25 Mei 2025. Asal ada niat politik, regulasi kuat, dan etika publik yang dijaga, kolaborasi yang etis, terbuka, berdaulat, dan adil itu bisa diwujudkan. Pada awal Mei 2025, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tiga alasan utama mengapa Indonesia bersedia untuk menjadi lokasi uji […]
This article was first published in Kompas on 21 April 2025 and has been translated using AI. If policies are allowed to be driven solely by political intuition without correction from knowledge, evidence, and data, what emerges is not a strong government, but rather a fragile one.After the revelry ends, reality usually strikes immediately. This expression […]
Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 21 April 2025. Jika kebijakan dibiarkan digerakkan intuisi politik semata tanpa koreksi dari pengetahuan, bukti, dan data, yang lahir bukan pemerintahan kuat, sebaliknya rapuh. Setelah pesta pora usai, biasanya realita segera menerpa. Ungkapan ini mungkin menggambarkan situasi kenegaraan kita. Enam bulan setelah Prabowo dilantik […]