Transformasi digital dalam pelayanan publik di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran penting data. Pelayanan publik yang efektif dan efisien, mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi pelayanan, bergantung pada data yang akurat. Kemampuan untuk melakukan analisis aktual dari berbagai sumber data merupakan kunci bagi pemerintah dalam menanggapi permintaan, risiko, dan masalah secara tepat dan tepat waktu – terutama selama pandemi Covid-19.
Mengingat peran penting data dalam layanan publik, Pusat Kebijakan dan Tata Kelola Inovasi (CIPG) dan Yayasan TIFA Penelitian ini dilakukan pada dua sektor pelayanan publik utama yang terdampak parah oleh pandemi Covid-19, yaitu kesehatan dan pendidikan, khususnya pada 5 jenis pelayanan publik, yaitu: (1) beban pelayanan kesehatan, (2) pelacakan kontak, (3) vaksinasi, (4) bantuan data internet untuk pembelajaran jarak jauh, dan (5) pembukaan kembali sekolah untuk pembelajaran tatap muka.
Melalui studi kasus di tingkat nasional (Indonesia), tingkat provinsi (Jawa Barat), dan tingkat kota/kabupaten (Kota Pontianak), penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik tata kelola data sektor kesehatan belum memadai untuk mencapai pelayanan publik yang optimal selama pandemi. Di sisi lain, kompleksitas tata kelola data menghambat pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.