Ambruknya Keadaban Pemerintahan

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 7 Oktober 2025. Kalau ingin disederhanakan dijelaskan, barangkali soal mendasar yang menghadap negeri ini adalah tengah ambruknya keadaban cara bernegara kita. Berbagai peristiwa setahun terakhir ini menunjukkan dengan jelas gejala itu. Cara pemerintah menanggapi kasus keracunan massal dalam program prioritas nasional makan bergizi gratis (MBG) adalah […]
Peringkat Fairwork Indonesia 2025

In August 2025, Affan Kurniawan, a 21-year-old delivery driver, set out on his motorbike to complete another order in Jakarta. He was not joining a protest that day — he was simply working, delivering food when he was struck and killed by police armored vehicle that drove into crowds near parliament. Media reports later confirmed […]
Jaga Supremasi Sipil

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada 31 Agustus 2025. Pada 28 Agustus 2025, situasi di sekitar DPR RI memanas setelah kendaraan taktis Brimob melindas Affan Kurniawan di kawasan Pejompongan dalam kepanikan. Eskalasi disusul dengan gas air mata, pelemparan bom molotov, dan penyebaran secara meluas. Segera, tujuh personel kepolisian diperiksa. Namun, kepercayaan masyarakat terhadap […]
Nalar Kebijakan di Hadapan Pengadilan

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 1 Agustus 2025. Pada 18 Juli 2025, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara kepada Thomas T Lembong, mantan Menteri Perdagangan, atas kebijakan impor 105.000 ton gula mentah tahun 2015. Kebijakan itu diambil untuk menstabilkan pasokan dan harga saat produksi nasional tidak […]
Fleksibilitas Kerja Birokrasi Kita

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 8 Juli 2025. Dalam riuh rendah pembangunan mencapai realisasi janji politik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, reformasi birokrasi tampak tertinggal di senyap. Kabinet yang membengkak dengan menteri nonprofesional, ditambah penunjukan langsung sejumlah pejabat eselon 1a tanpa seleksi terbuka, seolah mematikan sistem meritokrasi yang susah payah dibangun. […]
Soal Teknis dan Etis Uji Klinis Vaksin TBC

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 25 Mei 2025. Pada awal Mei 2025, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tiga alasan utama mengapa Indonesia bersedia menjadi lokasi uji coba vaksin tuberkulosis (TBC) M72/AS01E (Kompas, 9/5/25). Alasannya, yakni pertama, untuk mengetahui lebih cepat kecocokan vaksin terhadap genetik penduduk lokal. Kedua, […]
Matinya Teknokratisme dalam Pragmatisme Politik Prabowo

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 21 April 2025. Setelah pesta pora usai, biasanya realita segera menerpa. Ungkapan ini mungkin menggambarkan situasi kenegaraan kita. Enam bulan setelah Prabowo dilantik menjadi presiden, berbagai permasalahan yang dihadapi negeri ini, baik domestik maupun dampak geopolitik, tak kunjung terlihat jalan keluarnya, bahkan pelik pun semakin bertambah. Di […]
Tuan, Jangan Biarkan Reformasi Mati

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 25 Maret 2025. Dua puluh enam tahun lalu, Reformasi 1998 membawa harapan besar bagi negeri ini. Rakyat turun ke jalan menuntut perubahan, mengakhiri pemerintahan otoriter Orde Baru, membuka babak baru demokrasi. Hasilnya, sejumlah perbaikan terjadi, baik di bidang politik, sosial, maupun ekonomi. Mulai dari pembatasan […]
Negeri Sesudah Seratus Hari

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 7 Februari 2025. Seratus hari telah lewat sejak Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik sebagai presiden dan wakil presiden di negeri ini. Sejak itu, mereka menjalankan pemerintahan, berupaya mewujudkan janji politiknya: Astacita. Meski masih dini untuk menilai hasil, penting memikirkan ke mana mereka akan […]
Tantangan Masa Depan Pemerintahan Prabowo

Artikel ini pertama kali terbit di Kompas pada tanggal 23 Oktober 2024. Pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto resmi dilantik menjadi Presiden kedelapan Indonesia. Dengan delapan visi, Astacita, ia menjanjikan masa depan negeri lebih baik dari kemarin dan hari ini. Sebagian ragu Prabowo mampu memenuhi janji itu karena masa lalu dan mengkhawatirkan dampak manuvernya […]